Senin, 09 Juli 2012

apa BUKTI CINTA mu,.????


Suatu hari Rasulullah saw melihat setumpuk kurma. Beliau bertanya kepada Bilal, “Untuk apa ini?” Dijawab, “Ya Rasulullah, kurma ini untuk persediaan kebutuhan di masa depan.” Mendengar hal tersebut, Nabi Muhammad saw pun berucap, “Apakah engkau tidak takut terkena api neraka pada hari perhitungan kelak? Bagikanlah kurma itu, Bilal, dan jangan takut bahwa Allah akan membiarkan kita kelaparan.” 
Dewasa ini banyak sekali contoh orang yang khawatir kesulitan pangan kemudian bertindak, seperti Bilal. Mereka yang kaya memborong dan menimbun bahan-bahan kebutuhan pokok. Sedangkan yang miskin hanya bisa mengeluh dan gigit jari. Namun, Islam datang bagaikan cahaya penerang gulita. Rasulullah saw mengajarkan umatnya agar jangan suka menimbun kebutuhan pokok karena takut kelaparan di masa depan. Islam justru mengajarkan agar setiap Muslim gemar memberi terutama kepada mereka yang ditimpa kesulitan. “Hai hamba-Ku, dermakanlah hartamu, niscaya engkau akan diberi pula nafkah,” perintah Allah dalam salah satu hadis qudsi Dalam hadis qudsi yang lain, Allah SWT berfirman, “Hai anak cucu Adam, keluarkanlah isi gudang simpananmu! Dan ketahuilah, bahwa gudang-Ku tidak akan terbakar, tidak akan tenggelam, dan tidak akan kecurian. Aku penuhi segala yang menjadi kehendakmu.”
Terhadap mereka yang dermawan, Tuhan berjanji, “Orang-orang yang beriman dan gemar mengerjakan perbuatan baik (amal saleh), mereka mendapatkan ampunan dan rezeki yang mulia.” [QS Al Haji (22):50].
Saat ini ekonomi bangsa dan negara Indonesia hancur-hancuran. Banyak pabrik tutup, belasan juta orang menganggur, puluhan juta orang bertambah miskin, jutaan orang kelaparan, dan tidak sedikit pelajar dan mahasiswa terancam putus sekolah. Dalam kondisi seperti ini, sekadar satu-dua liter beras, satu kilogram minyak goreng, dan beberapa bungkus mi instan terasa begitu berarti. Selayaknya mereka yang mempunyai sedikit kelebihan rezeki, menyisihkan sebagian rezekinya untuk mereka yang kekurangan. Baik menyalurkan secara langsung kepada para tetangga yang miskin, panti asuhan/yatim piatu, maupun lewat lembaga-lembaga yang diyakini mampu menjalankan amanat tersebut dengan baik. Alangkah indahnya kalau mereka mensyukuri karunia Allah tersebut dengan berbagi kepada saudara-saudaranya sebangsa yang tengah dilanda kesulitan-kesulitan hidup.
Nabi Muhammad saw menempatkan sikap menolong sesama - dengan cara menyisihkan sebagian rezeki yang diterima - sebagai bukti cinta. “Tidaklah beriman seorang di antara kamu hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri,” tandas Nabi Muhammad saw kepada sahabat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar