Shalawat yang diajarkan
Nabi Muhammad saw tidak memakai kata Sayyidina
(junjungan kami), baik untuk diri beliau maupun untuk Nabi ibrahin As. Memang
beliau enggan menonjolkan diri apalagi mengajarkan orang lain untuk menyatakan
bahwa beliau adalah Sayyidina (Tuan
kami/junjungan kita). Namun demikian, kita menemukan Al Qur'an sangat mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Beliau disapa
dengan gelar kenabian, atau kerasulan, dan tidak disebut namanya oleh Allah kecuali
dengan gelar tersebut.
Bahkan Al Qur'an secara tegas
menyatakan: “Janganlah kamu menjadikan panggilan kepada Rasul sebagaimana
panggilan kamu satu sama lain." Pakar-pakar tafsir
memahaminya dalam arti jangan panggil namanya terlepas dari panggilan penghormatan.
Ditempat lain Al Qur'an memperingatkan: "Hai orang-orang beriman
janganlah kamu mengeraskan suara kamu melebihi suara Nabi (ketika kamu
berdialog dengan beliau) dan jangan pula mengeraskan suara di hadapannya
sebagaimana kerasnya suara kamu ketika berbicara dengan rekan-rekan kamu.”
(QS Al Hujarat/49:2).
Atas dasar tuntunan
inilah, maka sebagian ulama mengajarkan untuk menyanding kata Sayyidina bila
menyebut nama Rasulullah saw, baik ketika bersalawat maupun
selainnya. Sementara yang menolak pandangan ini menyebut satu riwayat yang
menyatakan bahwa Nabi bersabda : Laa Tusayyiduuny
fish-shalaat (Janganlah men-sayyid-kan saya dalam shalat/ shalawat).
Sebagian ulama meragukan sabda Nabi saw tersebut karena redaksinya sangat buruk
dan bertentangan dengan kaedah kebahasaan sehingga tidak mungkin Rasulullah SAW
berucap seperti itu.
Kendati demikian, tidaklah
keliru siapa yang tidak mengucapkan Sayyidina ketika menyebut nama Nabi,
selama hatinya tetap hormat kepada beliau. Dia pun mendapat ganjaran tambahan
jika niatnya enggan menyebut itu, terdorong oleh keinginan mengikuti tuntunan
Nabi saw. Yang mengucapkan Sayyidina pun
tidak keliru, bila niatnya ingin memberi penghormatan yang wajar dan sebesar
mungkin kepada Nabi Muhammad saw.
Saya pribadi senang
merangkaikan kata Sayyidina ketika menyebut nama beliau. Dan untuk diketahui,
Allah memerintahkan kita bershalawat, setelah menyatakan bahwa Yang Maha
Kuasa itu demikian juga para malaikat bershalawat kepada Nabi (tanpa menyebut
nama pribadi beliau (Muhammad) tetapi menyebut gelar kenabiannya sebagai
penghormatan kepada beliau.
Demikianm,
Wa Allah A’lam,.
Wa Allah A’lam,.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar