Kamis, 15 November 2012

Shalawat

Shalawat yang diajarkan Nabi Muhammad saw tidak memakai kata Sayyidina (junjungan kami), baik untuk diri beliau maupun untuk Nabi ibrahin As. Memang beliau enggan menonjolkan diri apalagi mengajarkan orang lain untuk menyatakan bahwa beliau adalah Sayyidina (Tuan kami/junjungan kita). Namun demikian, kita menemukan Al Qur'an sangat mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Beliau disapa dengan gelar kenabian, atau kerasulan, dan tidak disebut namanya oleh Allah kecuali dengan gelar tersebut. 
Bahkan Al Qur'an secara tegas menyatakan: “Janganlah kamu menjadikan panggilan kepada Rasul sebagaimana panggilan kamu satu sama lain." Pakar-pakar tafsir memahaminya dalam arti jangan panggil namanya terlepas dari panggilan penghormatan. Ditempat lain Al Qur'an memperingatkan: "Hai orang-orang beriman janganlah kamu mengeraskan suara kamu melebihi suara Nabi (ketika kamu berdialog dengan beliau) dan jangan pula mengeraskan suara di hadapannya sebagaimana kerasnya suara kamu ketika berbicara dengan rekan-rekan kamu.” (QS Al Hujarat/49:2).
Atas dasar tuntunan inilah, maka sebagian ulama mengajarkan untuk menyanding kata Sayyidina bila menyebut nama Rasulullah saw, baik ketika bersalawat maupun selainnya. Sementara yang menolak pandangan ini menyebut satu riwayat yang menyatakan bahwa Nabi bersabda : Laa Tusayyiduuny fish-shalaat (Janganlah men-sayyid-kan saya dalam shalat/ shalawat). Sebagian ulama meragukan sabda Nabi saw tersebut karena redaksinya sangat buruk dan bertentangan dengan kaedah kebahasaan sehingga tidak mungkin Rasulullah SAW berucap seperti itu.
Kendati demikian, tidaklah keliru siapa yang tidak mengucapkan Sayyidina ketika menyebut nama Nabi, selama hatinya tetap hormat kepada beliau. Dia pun mendapat ganjaran tambahan jika niatnya enggan menyebut itu, terdorong oleh keinginan mengikuti tuntunan Nabi saw. Yang mengucapkan Sayyidina pun tidak keliru, bila niatnya ingin memberi penghormatan yang wajar dan sebesar mungkin kepada Nabi Muhammad saw.
Saya pribadi senang merangkaikan kata Sayyidina ketika menyebut nama beliau. Dan untuk diketahui, Allah memerintahkan kita bershalawat, setelah menyatakan bahwa Yang Maha Kuasa itu demikian juga para malaikat bershalawat kepada Nabi (tanpa menyebut nama pribadi beliau (Muhammad) tetapi menyebut gelar kenabiannya sebagai penghormatan kepada beliau.
Demikianm, 
Wa Allah A’lam,.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar