Rabu, 22 Februari 2012

Arogansi?? Abrohah??

Imam Al Qurthubi mengisahkan dalam tafsirnya bahwa di kota Shon’a Yaman, ada seorang raja muda bernama Abrhohah al Asyrom, bawahan Raja Najasyi dari Habasyah (Ethiopia). Raja Kristen ini mengirim surat kepada Raja Najasyi bahwa dia telah membangun gereja di kota Shon’a sebagai persembahan kepada sang maharaja. Gereja itu dimaksudkannya untuk dijadikan pusat ziarah, menggantikan Ka’bah di Mekah. Dia berencana mengajak orang-orang Arab yang biasa berhaji ke Baitullah di Mekkah berpindah ke gereja di Shon’a. Rupanya, isi surat Abrohah itu bocor di kalangan bangsa Arab dan seorang pemuda dari Banu Kinanah marah karenanya. Pemuda itu lalu bertandang ke Shon’a, mendatangi gereja baru itu, dan membuang hajat di sana. Gemparlah kota Shon’a, Abrohah pun marah besar. Tahu pelakunya pemuda Bani Kinanah di Mekah, Abrohah langsung menyiapkan pasukan bergajah besar-besaran guna membalas dendam, sekaligus hendak menghancurkan Ka’bah demi realisasi tujuan awalnya membuat gereja. Di pinggiran kota Mekah, tentara Abrohah merampas harta benda penduduk Mekah, termasuk 100 ekor unta milik Abdul Mutholib, pemimpin Mekah. Demi melihat pasukan yang begitu besar, Abdul Mutholib melakukan diplomasi membahas pembebasan 100 ekor untanya. Abrohah heran, “Mengapa Anda mau bicara denganku tentang 100
unta yang kurampas dan membiarkan Ka’bah yang merupakan bagian dari
agamamu dan agama nenek moyangmu. Padahal, aku datang untuk menghancurkannya?” “Aku pemilik unta, sedangkan rumah itu ada pemiliknya yang akan melindunginya sendiri dari seranganmu,” kata Abdul
Mutholib. “Dia tidak akan mampu melindunginya dariku,” jawab Abrohah.
Abdul Mutholib dan kaumnya lalu mengungsi. Tapi Allah SWT bertindak sendiri, dengan mengirim tentaranya yang paling lemah, yakni burung-burung yang menghujani pasukan perkasa itu dengan batu hingga hancur. Kisah inilah yang diabadikan Allah SWT dalam surat Al-Fiil.
Nah, jika hari ini ada diantara hamba-hamba Allah yang akan dihancur-leburkan oleh sesuatu kekuatan pasukan yang amat congkak yang mewarisi kecongkakan Abrohah, kiranya Allah SWT tidak akan tinggal diam. Ka’bah sudah sejak sebelum Nabi Ibrahim As, beliulah yang memperbaiki bersama putranya Ismail As, yang sampai saat ini nama kedua Nabi tersebut masih menghiasi sekitar ka’bah yaitu hijir Ismail dan makom Ibrahim. Di ke dua tempat ini para calon haji disunahkan shalat, dengan menghadap ke ka’bah. Para calon haji makin lama makin bertambah banyak,diperkirakan pada tahun 2003 mencapai 2,5 juta orang, termasuk dari Indonesia 200.000 orang, Masjidil Haram setiap kali diperluas oleh Pemerintah Saudi Arabia, agar bisa menampung jamaah haji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar